Peserta Jamsostek Kalsel Paling Rendah di Kalimantan

news 600 x 399    

CITRA INSTITUTE, BANJARBARU - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) atau dipanggil BP Jamsostek bersama Citra Institute-MP BPJS-HMI menggelar sosialisasi program BP Jamsostek di kalangan pekerja milenial Kalimantan Selatan (Kalsel) yang bertempat di Aula Gedung DPRD Kota Banjarbaru Provinsi Kalsel, Kamis (27/2/2020).

Pada acara tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis kartu peserta BP Jamsostek kepada seluruh peserta kegiatan, mereka mendeklarasikan diri sebagai "Pekerja Milenial Kalsel Pro Perlindungan dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan".

Hadir dalam acara itu yakni Hery Susanto selaku Ketua Koordinator Nasional Masyarakat Peduli BPJS (KORNAS MP BPJS), Panji Wibisana Deputi Direktur BP Jamsostek Kalimantan, Hendra Wahyudin (Anggota DPRD Kota Banjarbaru Fraksi Partai Gerindra), Sunardi (Citra Institute), dan Muhammad Maldini Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam/HMI Cab Banjarbaru.

Hery Susanto Ketua Koordinator Nasional Masyarakat Peduli BPJS (KORNAS MP BPJS) mengatakan pada 2018 lalu, jumlah pekerja yang paling banyak ikut BP Jamsostek di Kalimantan Tengah sebesar 50%.

Posisi berikutnya ditempati oleh Kalimantan Timur dengan persentase kepesertaan 49,2 persen, Kalimantan Utara dengan komposisi 43,76 persen, Kalimantan Barat 25,80 persen, dan Kalimantan Selatan berada diposisi terakhir sebesar 22,35% persen.

"Kalsel provinsi dengan jumlah kepesertaan BP Jamsostek yang paling minim di Kalimantan, ini indikator minimnya perlindungan dan jaminan sosial ketenagakerjaan di Kalimantan, karena itu generasi milenial Kalsel harus menjadi pendorong perubahan dalam peningkatan kepesertaan BP Jamsostek, angkat perlindungan dan jaminan sosial pekerja di Kalsel lebih tinggi lagi, itu perintah konstitusi," kata Hery Susanto.

Banyak perusahaan-perusahaan yang mengikutkan pekerjanya menjadi peserta BP Jamsostek hanya sebagian saja, misalnya dari jumlah pekerja ada 1.000 orang, tapi yang diikutkan hanya berkisar 100-200 orang saja.

Panji Wibisana Deputi Direktur BP Jamsostek Kalimantan mengatakan BP Jamsostek mempunyai 4 program yakni jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), jaminan hari tua (JHT) dan jaminan pensiun (JP).

Pada tahun 2019 lalu di Propinsi Kalsel, BP Jamsostek telah menangani 1997 klaim JKK dengan nilai klaim mencapai Rp 20,57 milyar ; 526 klaim JKM Rp 14,15 milyar; 28.554 klaim JHT Rp 253,36 milyar dan 3858 klaim JP Rp 2.5 milyar, total klaim program BP Jamsostek 34.935 klaim sebesar Rp 290,58 milyar.

Sementara dari 1.86 juta orang pekerja di Kalimantan Selatan baru 417.113 atau 22,35% saja yang sudah terdaftar menjadi peserta BP Jamsostek.

Sumber : https://www.tribunnews.com/regional/2020/02/27/peserta-jamsostek-kalsel-paling-rendah-di-kalimantan

0
0
0
s2sdefault